Kebiasaan Menggantung Pakaian, Bisa menyebabkan DBD. Kok Bisa?


Kita sering kali menganggap sepele tentang hal-hal kecil seperti menumpuk baju kotor dan menggantung pakaian. Sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh Sukowinarsih (2010) yang menyoroti betapa kebiasaan sederhana ini sebenarnya dapat menjadi pintu bagi nyamuk, terutama nyamuk Aedes sp. Menurut Sukowinarsih, nyamuk senang sekali hinggap dan beristirahat pada tempat-tempat yang gelap, lembab, dan kurang berangin. Mereka juga kerap mendekati pakaian yang tergantung di tempat gelap dan cenderung berada di benda-benda di dalam rumah. Oleh sebab itu, sebaiknya pakaian yang digantung di belakang pintu atau lemari disimpan di dalam lemari setelah dilipat, kecuali jika pakaian tersebut kotor atau baru saja dipakai dan hendak dicuci. Menggantung pakaian yang kotor hanya akan menjadi tempat yang nyaman bagi nyamuk untuk beristirahat.

Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh infeksi virus dengue yang disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Faktor-faktor tertentu dapat mempengaruhi peningkatan risiko infeksi virus ini, termasuk tingginya curah hujan dan kondisi daya tahan tubuh yang lemah. Nyamuk Aedes aegypti, yang menyebabkan demam berdarah dengue, terlebih dahulu harus terinfeksi oleh virus dengue (DENV) sebelum dapat menularkan penyakit tersebut kepada manusia. Sebagian besar kasus DBD terjadi di wilayah tropis dan sub-tropis, terutama di Asia Tenggara, Afrika, serta Amerika Tengah dan Selatan. Perilaku nyamuk ini memainkan peran penting dalam penyebaran penyakit ini, dan kondisi lingkungan serta geografis di daerah-daerah ini menjadi faktor yang memengaruhi penyebarannya. DBD merupakan kondisi yang serius dan bisa membahayakan nyawa. Gejala DBD ini termasuk sakit perut yang sangat parah, gusi yang berdarah, serta adanya bercak darah di bawah kulit. Orang dengan DBD mungkin juga mengalami perut yang membesar, muntah darah, kesulitan bernapas, kulit yang lembab dan terasa dingin, dan bahkan bisa kehilangan kesadaran. Semua gejala ini adalah tanda-tanda penting dari kondisi yang perlu penanganan medis segera.

BACA JUGA:

Nyamuk dan Kebiasaan Menggantung Pakaian

Nyamuk memang suka bersembunyi di tempat-tempat gelap dan lembab. Apalagi, pakaian yang tergantung di tempat semacam ini bisa menjadi tempat nyaman bagi nyamuk untuk beristirahat atau menunggu waktu bertelur, khususnya bagi nyamuk Aedes. Mereka memiliki kecenderungan suka pada cahaya, pakaian berwarna gelap, serta keberadaan manusia dan hewan. Bahkan, mereka sangat terangsang oleh bau yang dikeluarkan oleh hewan, terutama CO2 dan beberapa asam amino. Itulah sebabnya nyamuk lebih suka berada di tempat yang hangat dan lembab. Jadi, cara paling baik untuk mengurangi tempat persembunyian nyamuk yang gelap dan lembab adalah dengan menjaga kebersihan dan menyimpan pakaian dalam lemari.

Ketertarikan Nyamuk Terhadap Pakaian dan Lingkungan

Nyamuk tertarik pada cahaya dan warna gelap serta bau tubuh manusia, CO2, dan beberapa asam amino. Mereka juga suka di tempat yang hangat dan lembab. Itulah sebabnya gantungan baju di kamar bisa jadi tempat favorit bagi nyamuk Aedes aegypti, penyebar DBD. Nyamuk betina ini, setelah mengisap darah, suka bersembunyi di antara baju yang digantung. Karena itu, sebaiknya hindari menggantung baju di kamar dan rajin membersihkan kamar serta rumah untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk. Kebiasaan sederhana seperti menggantung pakaian bekas ternyata bisa menarik nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD. Jadi, sebaiknya hindari kebiasaan ini agar nyamuk tidak berkumpul di sekitar baju yang tergantung. Ingat, rajinlah membersihkan dan merapikan kamar serta rumah untuk mengurangi risiko nyamuk berkembang biak.

Pentingnya Mengubah Kebiasaan

Gantungan baju di kamar bisa jadi tempat istirahat favorit nyamuk penyebab DBD. Nyamuk betina Aedes aegypti, setelah mengisap darah, suka bersembunyi di sela-sela baju yang tergantung. Jadi, sebaiknya hindari menggantung baju di kamar dan rajin bersihkan kamar serta rumah untuk mencegah nyamuk berkembang biak. Kebiasaan sederhana seperti menggantung pakaian bekas pakai ternyata bisa menarik nyamuk Aedes aegypti, yang bisa membawa virus DBD. Oleh sebab itu, sebaiknya kita hindari kebiasaan ini agar nyamuk tidak berkumpul di sekitar baju-baju yang tergantung. Jangan lupa selalu membersihkan dan merapikan kamar serta rumah secara teratur untuk mengurangi risiko berkembang biaknya nyamuk.

Saran terbaik dari penelitian ini adalah menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah. Lebih disarankan untuk melipat dan menyimpan pakaian dalam lemari atau laci. Namun, jika pakaian kotor atau baru dipakai, disarankan untuk segera dicuci daripada digantung.

BACA JUGA:

Upaya dalam Mencegah Penularan DBD

Untuk menghindari penyakit demam berdarah, penting banget untuk berjaga-jaga. Ada beberapa tips simpel yang bisa dilakukan buat jaga-jaga dari gigitan nyamuk demam berdarah yaitu, pertama, kalo pernah kena demam berdarah, bisa coba vaksin Dengvaxia. Pastiin rumah kamu punya sirkulasi udara yang oke, atau pake pendingin udara di dalam ruangan. Kedua, pakai baju lengan panjang, celana panjang, dan kaus kaki buat lindungi diri dari gigitan nyamuk. Ketiga, olesin losion anti-nyamuk yang mengandung 50% DEET untuk orang dewasa atau alternatif lain buat anak-anak. Keempat, kelambu juga bisa dipake di tempat tidur buat halau nyamuk yang masuk. Jangan lupa, lingkungan tempat tinggal harus tetep bersih, biar genangan air nggak jadi sarang buat nyamuk. Nyamuk demam berdarah biasanya suka menggigit pagi atau sore hari, jadi pastiin kamu dan keluarga selalu dilindungi di waktu-waktu itu. Teakhir lalu pastikan juga untuk menjaga kesehatan tubuh. Mulai dari makanan bergizi, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Kalo merasa gejala demam berdarah, lebih baik konsultasikan sama dokter buat dapat penanganan yang tepat.

Menghindari kebiasaan menggantung pakaian merupakan salah satu langkah yang sederhana namun efektif dalam mencegah penularan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue). Upaya kecil ini, jika diadopsi oleh masyarakat secara luas, dapat membantu dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.

Kita mungkin tidak menyadari betapa pentingnya hal-hal sekecil ini dalam menjaga kesehatan kita. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa dengan mengubah kebiasaan sederhana seperti ini, kita dapat membatasi kesempatan nyamuk untuk menyerang dan membawa penyakit mematikan seperti DBD.

Referensi

Joseph, Novita. 2021. “11 Cara Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah.” hellosehat. Rubrik Berita. Edisi Senin, 19 April. diakses Kamis, 02 November 2023, 09:12.

Sienny, Agustin. 2022. 4 Faktor Penyebab DBD yang Harus Diwaspadai.” Alodokter. Rubrik Berita. Edisi Senin, 09 Maret. diakses Selasa, 31 Oktober 2023, 09:54.

Joseph, Novita. 2021. “Penyebab dan Faktor Risiko Terjadinya Demam Berdarah Dengue (DBD).” hellosehat. Rubrik Berita. Edisi Senin, 28 Juni. diakses Kamis, 02 November 2023, 09:12.

Nareza, Meva. 2023. “Penyebab Demam Berdarah.” Alodokter. Rubrik Berita. Edisi Senin, 30 Mei. diakses Selasa, 31 Oktober 2023, 10:54.

Sukowinarsih, T. E., & Cahyati, W. H. 2010. “Hubungan Sanitasi Rumah Dengan Angka Bebas Jentik Aedes Aegypti.” KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 6(1). 30-35.

Sukmasari, Radian Nyi. 2015. “Kebiasaan Menggantung Baju Bekas Pakai Bisa Undang Nyamuk Penyebab DBD” detikhealth. Rubrik Berita. Edisi Rabu, 11 Juni. diakses Kamis, 02 November 2023, 14:44.

Zahara Farhan, Patofiologi Keperawatan, Penerbit Manggu.

Devi Ratnasari, Patofisiologi Keperawatan, Penerbit Manggu.

Tags: Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, patofisiologi keperawatan


News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door